Senin, 19 November 2012

PRINSIP-PRINSIP SOSIAL DASAR

PRINSIP-PRINSIP SOSIAL DASAR
Pada umumnya dalam relasi antara pekerjaan sosial dengan klien ada prinsip-prinsip dasar dalam pekerjaan sosial yang harus diperhatikan oleh pekerja sosial. Meskipun demikian ada beberapa perbedaan pandangan tentang prinsip-prinsip dasar dalam pekerjaan sosial, dibawah ini diberikan ilustrasi mengenai prinsip dasar dalam pekerjaan sosial dari Henry S. Maas dan James Midgley.
Menurut Henry S. Maas ada enam prinsip dasar dalam praktek pekerjaan sosial, terutama ketika menerapkan metode bimbingan sosial perseorangan (social casework).

a. Penerimaan
Prinsip ini mengemukakan bahwa seorang pekerja sosial menerima klien tanpa “menghakimi” klien tersebutterlebih dahulu. Kemampuan pekerja sosial untuk menerima klien dengan sewajarnya (apa adanya) akan banyak membantu perkembangan relasi antara pekerja sosial dengan kliennya.
Dengan adanya sikap menerima keadaan klien apa adanya, maka klien akan dapat merasa lebih percaya diri dan tidak “kaku” dalam berbicara dengan pekerja sosial, sehingga ia dapat mengungkapkan berbagai macam perasaan dan permasalahan yang mengganjal di hatinya. Dengan cara seperti ini maka relasi antara pekerja sosial dengan klien dapat dikembangkan dengan baik.
b. Komunikasi
Prinsip komunikasi ini erat kaitannya dengan kemampuan pekerja sosial untuk menangkap informasi ataupun pesan yang dikemukakan oleh klien, baik dalam bentuk komunikasi yang verbal, yang diungkapkan klien ataupun sistem klien, maupun bentuk komunikasi nonverbal, seperti cara duduk klien, posisi ataupun letak duduk dalam suatu pertemuan dengan anggota keluarga yang lain, cara bicara, cara berpakaian, dan lain sebagainya.
Bila suatu ketika lawan bicara tidak dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya, seorang pekerja sosial diharapkan dapat membantunya untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan agar dapat menelaah permasalahannya secara lebih jelas.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pekerja sosial adalah menyadari ekspektasi (harapan) dari klien, sehingga komunikasi antara klien ataupun sistem klien dengan pekerja sosial daapat tetap terjaga. Dalam kaitannya dengan hal ini, seorang pekerja sosial diharapkan dapat member kesempatan kepada klien untuk mengemukakan apa yang ia rasakan, misalnya perasaan takut, marah, benci, sedih, gembira, dan lain sebagainya. Dengan mengemukakan apa yang dirasakan, diharapkan akan sedikit dapat meringankan beban yang menghimpit klien, sehingga hubungan antara pekerja sosial dengan klien dapat semakin berkembang.

c. Individualisasi
Prinsip individualisasi, pada intinya menganggap setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga seorang pekerja sosial haruslah menyesuaikan cara memberi bantuan dengan setiap kliennya, guna mendapatkan hasil yang diinginkan. Dengan adanya prinsip individualisasi ini, maka seorang pekerja sosial dibekali dengan pengetahuan bahwa setiap individu adalah unik, sehingga pendekatan yang diutamakan adalah kasus per kasus dan bukannya penggeneralisasian.
Selain itu dari prinsip ini juga muncul pandangan agar pekerja sosial tidaklah memasukkan kliennya ke dalam stereotipe tertentu tanpa melakukan observasi yang mendalam. Karena memasukkan klien ataupun sistem klien ke dalam suatu stereotipe tanpa dilakukan observasi yang mendalam akan dapat mengakibatkan hambatan dalam hubungan antar pekerja sosial dengan klien ataupun sistem kliennya.

d. Partisipasi
Berdasarkan prinsip ini, seorang pekerja sosial harus mengajak kliennya untuk berperan aktif dalam upaya mengatasi permasalahan yang dihadapinya, sehingga klien ataupun sistem klien juga mempunyai rasa tanggungjawab terhadap keberhasilan proses pemberian bantuan tersebut. Karena tanpa adanya kerja sama dan peran serta dari klien maka upaya pemberian bantuan sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Maka lain yang terdapat dalam prinsip ini adalah keharusan bagi pekerja sosial untuk dapat mendorong kliennya agar mau berperan serta membantunya dalam proses pemberian bantuan. Keberhasilannya mendorong peran serta dari klien akan mempunyai pengaruh yang besar bagi hasil akhir dari proses pemberian bantuan.

e. Kerahasiaan.

f. Kesadaran diri dari pekerja sosial

MAHBUB KUSAERI

24112383

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar